Rabu, 19 Februari 2020



PRESENT CONTINUOUSE TENSE



Present continuous tense adalah kalimat yang dapat digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang terjadi.
Rumus: (+) subject + tobe + verb-ing
            (-) subject + tobe + not + verb-ing
            (?) tobe + subject + verb-ing ?

contoh kalimat positive / pernyataan: 

Subject
To be
Verb-ing
I
Am
Walking
You
Are
We
They
She
Is
He
It

          Dapatkah kalian menyimpulkannya? Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa setiap subject memiliki tobe yang berbeda. Orang pertama tunggal (I) dan to be-nya (am), orang pertama jamak (we) to be-nya (are), orang kedua tunggal/jamak (you) dan to be-nya (are), orang ketiga tunggal subject-nya (she, he, it) to be-nya (is), dan orang ketiga jamak subject-nya (they) dan to be-nya (are).

Contoh bentuk kalimat negative

Subject
To be + not
Verb-ing
I
Am not
Sleeping
You
Are not
We
They
She
Is not
He
It

Contoh bentuk kalimat tanya:
To be
Subject
Verb
Am
I
Working
Are
You
We
They
Is
She
He
It

Dari ketiga contoh diatas dapat disimpulkan bahwa apapun bentuk kalimatnya verb-nya tetap harus bentuk -ing. Untuk kalimat negative diberi tambahan not di akhir to be-nya. Untuk kalimat tanya maka to be-nya dipindah ke depan sebelum subject-nya.


Membuat kalimat present continuous tense itu harus memperhatikan beberapa hal karena tidak semua verb/kata kerja dapat di ubah ke bentuk verb-ing. Verb yang tidak dapat diubah ke bentuk verb-ing itu disebut stative verb. Stative verb adalah kata kerja yang memiliki makna atau situasi yang terjadi, karena memiliki makna yang sedang terjadi maka tidak perlu lagi menggunakan verb-ing.

yang termasuk stative verb; 
Believe= percaya                                     
Doubt*= ragu
Desire= keinginan
Feel= merasa
Forget*= lupa
Imagine*= membayangkan
Know= mengetahui
Mean*= maksud
Need= membutuhkan
Recognize= mengenali
Realize= menyadari  
Remember*= mengingat
Suppose= mengira
Think*= berfikir
Understand= memahami
Want*= ingin
Emotional state (kondisi emosional)
Amaze= mengagumkan
Astonish= heran

Appreciate= menghargai
Care= peduli Dislike= tidak suka
Envy= iri Fear= takut
Hate= benci Love= cinta

Like= suka
Mind= pikiran
Please= senang Prefer= lebih suka
Possession (kepemilikan)
Have*= memiliki
Own= milik
Belong= kepunyaan
Possess=memiliki
Sense perception (panca indra)
Hear= mendengar
Feel*= merasa

Smell*= memcium
Teste*= terasa
See*= melihat
Other existing taste
Appear*= tampak
Be*= menjadi
Cost*= membayar
contain= terisi
Consist of= terdiri dari
Exist= terjadi
Equal= sama
Include*= termasuk
Look*= lihat
Look like= tampak
Matter= masalah
Owe= menerima
Resemble=menyerupai
Sound= suara
Seem= tampak
Weight*= berat

note; 
Stative verb yang ada tanda (*) bisa di ubah ke verb-ing dan memiliki makna yang berbeda.  


referensi:  
Betty schramfer Azar. Understanding and Using English Grammar 3rd Edition. 2002. New York: Pearson Education

Senin, 17 Februari 2020


SIMPLE PRESENT TENSE 

           Simple present tense adalah kalimat yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang menjadi kebiasaan, atau kebenaran umum. Kata kerja (verb) yang digunakan adalah verb ke-1 atau verb -s/-es.

Rumus: (+ kalimat posistif) subject (pelaku) + verb 1 / verb -s/-es
            (- kalimat negative) subject + do/does + not + verb 1
            (? Kalimat tanya) do/does + subject + verb 1?

Contoh:
Subject
Verb 1 / verb -s/-es
 Object
I
Drink
 A cup of coffe
You
We
They
She
Drinks
He
It

Dari contoh diatas, bisakah kalian menemukan perbedaannya?

     Yaps, benar sekali, dalam kalimat simple present tense terdapat perbedaan dalam menggunakan verb. Verb 1 digunakan untuk subject I, you, we, they saja (untuk orang pertama tunggal dan jamak, orang kedua tunggal dan jamak, dan orang ketiga jamak). Sedangkan verb -s/-es digunakan untuk subject she, he dan it (untuk orang ketiga tunggal saja).


 Contoh bentuk kalimat negative

Subject
Do / Does not
Verb 
I
Do not
Read
You
We
They
She
Does not
He
It

        Dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa, apapun subjectnya jika dalam bentuk kalimat negative maka verb-nya harus kembali ke bentuk verb-1, dan untuk subject I, you, we, dan they maka harus menggunakan primary auxiliary (to do: do not). Sedangkan untuk subject she, he, dan it harus menggunakan primary auxiliary (do: does not).
 
Contoh bentuk kalimat pertanyaan

Do / does
Subject
Verb
Do
I
Walk?
You
we
They
Does
She
He
It

        Bagaimana menurutmu mudah bukan? Ya, tentu saja karena primary auxiliary-nya dipindahkan ke depan, kemudian, subject dan yang terakhir verb. Dalam hal ini, antara bentuk kalimat negative dan kalimat pertanyaan simple present tense memiliki persamaan dan perbedaan, bisakah kalian menyebutkannya?

Persamaan
Perbedaan
a.      Menggunakan primary auxiliary (do/does)
b.      Verb yang dipakai harus verb-1
a.   Kalimat negative ada (not) sedangkan kalimat tanya tidak ada.
b.   Primary auxiliary-nya ada di depan pada bentuk kalimat tanya sedangkan pada kalimat negative primary auxiliarynya ada di belakang.

Note:
Untuk membedakan penambahan -s / -es pada verb maka ada beberapa hal yang arus diperhatikan;
  • Jika kata kerja itu berakhiran -s, -ss, -sh, -ch, -tch, -x, -z, -zz, dan -o maka harus diberi tambahan -es contoh; wash – washes, watch – watches, kiss -kisses.
  • Jika ada kata kerja yang berakhiran -y  dan huruf sebelumnya itu huruf konsonan maka huruf -y diganti huruf -I dan diberi tambahan -es contoh: study - studies.
  • Jika verb-nya berakhiran -y dan huruf sebelumnya itu huruf vocal maka hanya diberi tambahan -s saja. Contoh: say -says
  •  Jika verb-nya memiliki akhiran -se, -ze, -ce dan -ge maka diberi tambahan akhiran -s saja contoh; place -places

Mudah-mudahan ringkasan pelajaran ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dalam mempelajari Bahasa inggris. Terima kasih. 

Referensi:

Tamara, beklyarova. A handbook on a practical English grammar morphology. 2007. Yerevan.  

Senin, 03 Februari 2020


DEGREES OF COMPARISON 
Degrees of comparison terbagi menjadi 3 yaitu: 
1. positive degree (perbandingan sifat 2 buah benda yang setara) 
2. comparative (perbandingan sifat 2 buah benda atau lebih dan memiliki makna "lebih") 
3. superlative (perbandingan sifat yang memiliki makna "paling") 

Comparative dan Superlative dalam penggunaan katanya terbagi menjadi 2 yaitu: 
1. regular (beraturan)
2. irregular (tidak beraturan)

Aturan-aturan dalam regular adjective; 
A.  Kata sifat terdiri dari 1 suku kata (1 syllable)  
o  Kata sifat (adjective) yang terdiri dari 1 suku kata maka diberi: akhiran -er untuk comparative dan akhiran -est untuk superlative; contoh dark – darker (comparative = lebih gelap) – darkest (superlative = paling gelap).  
o  Jika kata sifat (adjective) memiliki huruf akhirnya -e maka diberi: akhiran -r untuk comparative dan akhiran -st untuk superlative. Contoh: brave – braver (comparative = lebih bangga) – bravest (superlative = paling bangga)
o  Jika kata sifat (adjective) memiliki huruf akhirnya -y maka huruf -y diubah menjadi I maka menjadi -ier untuk comparative dan -iest untuk superlative contoh; angry – angrier (comparative lebih marah), -- angriest (superlative = marah sekali)
o  Jika kata sifat (adjective) terdiri dari huruf konsonan, vocal dan konsonan maka huruf konsonan yang terakhir ditulis kembali lalu ditambahkan akhiran -er untuk comparative dan diberi akhiran -est untuk superlative. Anggota huruf vocal = a, I, u, e, o. anggota huruf konsonan yaitu semua huruf alfabet selain huruf vocal. Contoh; big –bigger (comparative) –biggest (superlative)
B.  Kata sifat terdiri dari 2 atau lebih suku kata (2 or more syllables)
o  Kata sifat (adjective) yang terdiri dari 2 suku kata atau lebih maka sebelum kata sifat tersebut diberi kata more—(untuk comparative) dan kata most—(superlative) contoh; beautiful—more beautiful (comparative)—most beautiful (superlative). Incredible—more incredible—most incredible.

Irregular adjective
Irregular adjective adalah kata sifat (adjective) yang berbentuk comparative dan superlative tetapi tidak mengikuti aturan yang ada.
Tabel irregular adjective
Adjective
Comparative
Superlative
Artinya
Bad
Far
Good
Little
Many / much
Old
Worse
Farther / further 
Better
Less
More
Older / elder
Worst
Farthest / furthest
Best
Least
Most
Oldest / eldest
Buruk / jelek
Jauh
Baik
Sedikit
Banyak
Tua



Cara membedakan suku kata (one syllable or two syllable?)
  • Biasanya setiap kata sifat (adjective) yang tidak ada imbuhannya pada awal kata dan akhir kata itu termasuk 1 suku kata dan mengikuti aturan regular adjective.
  • Imbuhan pada awal kata yang ada dalam Bahasa inggris yaitu; in-, un-, non-, dis-, im-, ir-, il-. Contoh: unfortunate, uncomfortable, illegal, non-fiction, dissimilar, improbably, irreplaceable, dislike, inconvenient.
  • Imbuhan pada akhir kata yang ada dalam Bahasa inggris yaitu; -able, -ful, -al, -ous, -ive, -less, -ent, contoh; professional, excellent, beautiful, careless, drinkable, attractive.
  • Jika kata itu memiliki imbuhan baik diawal atau diakhir maka termasuk kata sifat 2 suku kata atau lebih dan harus mengikuti aturannya dalam comparative dan superlative. 

Semoga, ringkasan pelajaran ini dapat memudahkan teman-teman dalam mempelajari cara membuat kalimat perbandingan dalam bahasa inggris. 

Untuk menambah pemahaman teman-teman dalam menggunakan comparative dan superlative mari kita kerjakan soal latihan berikut ini! 

Exercise! 
1. the rabbit (fast) .............. than the turtle. 
2. Andi is (diligent) ............ in his class. 
3. Final examination is (important) .............  than playing with others. 
4. the blackboard is (wide)........................ in classroom 
5. Mr.Raharjo is (old) ...........................among us. 
6. Anis is (forgetful)............................than Lucy
7. this school is (near).......................  from Anita's house. 
8. Afgan is (famous) ........................in the Indonesian singer. 
9. the doll is (beautiful)......................than your doll. 
10. my  book is (expensive)...................... than your book. 


DAFTAR PUSTAKA
A.J. Thompson, A.V. Martinet, A Practical English Grammar; 4th edition. 1986. Oxford University Press.